Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 21, '09 11:36 AM
for everyone

Waktu NCC mencanangkan Cookies Week, saya sebagai ABG (Anak Baru Gabung)-nya NCC lansung tertantang untuk berpartisipasi. Waktunya memang pas dengan niat saya untuk latihan praktek bikin kue kering (kuker). Niat awalnya sih supaya saat menjelang Ramadhan, udah ahli dan sudah punya stok untuk tester. So.., waktu diumukan ada Cookies Week, jadi lebih semangat deh bikin kuker-nya, kue yang lain terpaksa minggir dulu.

Kenapa saya jadi semangat banget begitu ? Karena saya sebagai ABG  kan butuh “appraisal” dari para ahli atas jerih payah latihan saya apa lagi jurinya adalah Ibu Fatmah Bahalwan sang Empunya NCC dan Mbak Riana Ambarsari sang Maestronya Food Photography. Wah kesempatan emas ini. Walau sebenarnya juri yang sesungguhnya adalah para konsumen yang nanti akan memutuskan membeli atau tidak kue-kue saya.

Karena kuker favorite saya adalah kastengel, maka kue itu lah yang ingin pertama kali saya bikin untuk latihan. Biasanya setiap tahun, menjelang Lebaran, saya hanya tinggal memberikan toples kosong kepada Ibu saya sang ahlinya. Tapi tahun ini beliau sudah “menyerah” pada usia yang membuat dia tidak sanggup berlelah-lelah membuatkan ke-empat anaknya masing-masing tiga macam kue (blom lagi saudara-saudara yang lain..! Emang anak2nya aja pada ngelunjak ya…, harusnya anaknya yang saat ini melayani sang Ibu !) Jadilah saya bikin resolusi pada diri saya sendiri bahwa sejak tahun ini saya akan membuatkan kue lebaran untuk dipajang (eh tidak hanya di pajang dong tapi dihabiskan juga) di meja tamu Ibu saya.

Nah.., kastengel buatan ibu saya ini terkenal seantero keluarga besar, sebagai kastengel paling enak. Tapi untuk tahun ini saya ingin mencoba juga dengan resep yang lain. Plihan jatuh pada Resep Kastengel dari buku 100 Resep Kue Kering Pilihan Ny. Liem. Ada yang berbeda di resep itu yang tidak digunakan oleh Ibu saya, yaitu keju parmesan dan fresh cream. Ibu saya biasa menggunakan keju edam. Saya jadi penasaran, hasilnya apakah akan tidak enak, enak atau lebih enak dari buatan Ibu saya yang legendaris itu.

So, cerita berawal sejak hunting bahan-bahan. Sejak melahirkan ‘myhalalkitchen’ saya sudah berkomitmen pada diri saya sendiri untuk berusaha sekuat tenaga menggunakan bahan-bahan yang bersertifikat halal. Kalau pada kategori bahan tersebut belum ada yang bersertifikat halal, maka saya akan coba lihat unsur-unsur yang terkandung dalam bahan tersebut, jika ada yang meragukan, lebih baik tidak saya pakai. Soalnya sejak membaca tulisan Pak Menteri Pertanian kita Dr.Anton Apriyantono soal Titik Kritis Kehalalan Bakery mata saya jadi semakin ‘melek’ bahwa banyak ingredients yang memang harus diwaspadai. Dan ternyata mencari yang bersertifikat halal di pasaran amat sangat tidak mudah !

Kisah Perburuan Keju  dan Butter Halal

Perburuan produk halal yang pertama adalah bahan utamanya yaitu keju ! Sedangkan untuk keju edam dan parmesan biasanya yang enak adalah yang import. Untuk keju parmesan Alhamdulillah ada produk import yang sudah bersertifikat halal MUI dan kejunya pun uenak tenan. Begitu juga Butter kelas II yang produsennya sama. Tapi saya masih penasaran dengan keju bola Edam dan Butter Wysman. Pasalnya kedua kategori ini tidak ada dalam Daftar Produk Halal 2009 keluaran MUI. Sempat tanya sana-sini dan tanya teman yang tinggal di Belanda, dia hanya bilang Insya Allah halal karena dari kandungan dan cara pembuatan tidak ada yang perlu diragukan. Tapi tetap tidak ada statement yang menyatakan soal sertifikat halal. Akhirnya dari pada saya penasaran terus, saya teleponlah ke MUI. Dari sana di sarankan menelpon kantor LPOM-nya yang beralamat beda, akhirnya Alhamdulillah legalah hati saya setelah mendapatkan konfirmasi dari petugas LPOM MUI bahwa si butter dan si keju sudah punya sertifikat di Negara asalnya. Horeeee…..! Jadi deh bikin kue yang uenaaaak !!

“Behind the Scene” si Nutstar Buah Dewa

Untuk mempersiapkan Cookies Weeks ini, saya sampai ‘cari wangsit’ selama tiga hari he..he…he…Bolak-balik buku resep cari kue yang unik dan menarik. Akhirnya kembali kepada bukunya Ny. Liem. Ada kue yang sangat menantang untuk di coba karena menurut saya penampilannya amat sangat menarik dan bahan-bahannya tidak sulit di cari. Jadilah saya memutuskan untuk membuat Nastar Buah Dewa (judul asli di bukunya). Tapi karena di resep aslinya pun menggunakan isi selai kacang, maka agar lebih atraktif saya ganti namanya menjadi Nutsar Buah Dewa (puntennya Nyonya Liem…).

Saat-saat membuat kue merupakan tantangan tersendiri buat saya, karena sebagai ibu yang masih punya bayi berumur satu tahun yang tidak minum susu botol plus tidak punya asisten khusus, jadilah saya membuat kue sambil sesekali harus ditinggalkan karena ada yang minta ‘nenen’. Malah waktu membuat Nutstar ini, sempat saya tinggal kondangan dulu ke tetangga yang anaknya sunatan. Untung aja adonannya tidak menjadi terlalu kering, masih bisa dipulunglah…Walhasil, karena sambil sambi sana-sambi sini, acara bikin kue yang dimulai jam 15.00 baru selesai di panggang jam 22.00 ! Ha..ha..ha….!

Photo Session

Walaupun baru selesai jam 22.00, kue yang masih hangat itu langsung saya foto. Karena sudah malam, pastinya tidak ada sinar matahari dong.., hanya mengandalkan lampu ruangan aja, jelas hasilnya tidak OK. Apalagi saya hanya pake kamera pocket Olympus FE-160 yang manualnya pun belum pernah dibaca! Akhirnya, kue itu saya bawa deh ke kamar kerja suami yang ada lampu belajarnya, jadilah memotret di bawah sinar lampu itu….hasilnya…tidak telalu mengecewakan, walaupun tetap kurang bright. Setelah jadi, coba -coba edit pake Photo Manager, lumayanlah agak terang sedikit. Selama ini sih baru bisa nambahin tulisan doang pake Photoshop. Selebihnya belum bisa tuh. (Ada yang mau ngajarin gratis nggak ya…? Hi..hi,..hi…)

Tapi proses potret memotret tidak berakhir di meja kerja suami. Selama dua hari tiap jam 09.30 pergi ke halaman deh bawa piring andalan (tiap motret pakenya piring ini terus, emang punyanya yang bagus cuma ini he..he..he..) sama kue dan kuas buat ngilangin remah-remah kue. Selam dua hari ambil gambar, masih tetap tidak puas. Padahal sudah mengorbankan tiga butir kue nutstar saya yang glundung ke tanah. (Udah cape-cape bikin dengan penghayatan sepenuh hati, jatuh pula !) Akhirnya pemenangnya buat saya, tetap hasil motret malem-malem di meja misua itu. Yah.., akhirnya dialah yang go public. Pertama test go public  ya di Facebook dong…, setelah mengundang komentar - komentar dan cukup memuaskan akhirnya go..go..go…Bismillah, siap diluncurkan di NCC Cookies Week ! Optimis…optimis…, harus dapat nomor nich…..(ya…namanya usaha, harus optimis dong, soal menang atau tidak, Yang di Atas yang menentukan, ya..nggak ?)

Photo session selesai, anak saya yang lima tahun pun senang, karena artinya kue nutstarnya sudah boleh dia habiskan sepuasnya. “Habis kue bikinan Bunda enak siiih…, pokoknya ini buat aku semua !” Katanya sambil ngacir bawa toples….Hh..hh….(Sedih campur senang). Sedihnya bikinnya seharian, habisnya cuma sekejap. Senangnya, itu berarti kue bikinan saya enak kan….?!

So…, ayo kita tunggu pengumuman pemenang Cookies Week-nya. Semoga aja berhasil. Doakan ya……


rohmah95 wrote on Jul 22, '09
wuihh.. panjang bener ceritanya mba.. hehe. Cookiesnya emang kereen... Kebayang mesti kuasin satu2 dan cetakin daunnya satu2 pulak.. Kalo bikin satu resep masih sanggup kayaknya.. lebih dari itu.. siap2 tukang pijet.. hahaha..Thx for sharing..
myhalalkitchen wrote on Jul 23, '09
Waaah, muka ku jadi semerah si Nutstar Buah Dewa itu deh di puji begitu. Waktu cetakin daunnya satu-satu, anakku yang 7 tahun semangat banget bantuinnya, kan tinggal ceplok-ceplok aja...
Nguasnya juga cuma tinggal kuasin asal aja koq Mbak (1 kali tarikan di setiap titik). Buat aku lebih hebat teman-teman yang pada bikin cupcakes pake figuring fondant dengan karakter kecil-kecil (wuiiihhh) dan cookies hias pake RI kayaknya deh..., menurut aku itu lebih sulit...tuh....
dyahdee wrote on Aug 11, '10
Ass..., salam kenal, mba saya mau tanya untuk keju parmesan yang bersertifikat halal mereknya apa aja yaa...?? Saya cari yang merek kraft tp jarang yg jual..., di carrefour adanya merk lemnos (klo gak salah) itu halal ga...?? Thx sebelumnya..
mamakeira wrote on Aug 29, '10
boleh copas ya, sist??
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.